Ahad, Oktober 30, 2011

24 tahun sudah...

*tarik nafas dalam-dalam...*

*buat-buat muka yang sangat happy + bahagia...*

Nyanyi lagu ni kuat2!!!!

1...



2...



3...



Allah selamatkan saya...

Allah selamatkan saya...

allah selamatkan cik Syafiqah Sham...

Allah selamatkan saya....

*tepuk2...*

-

-

-

-

-

-

24 tahun sudah...

*geleng-geleng kepala...*

Orang lain... Dalam usia 24 tahun ni... Ada dah keje... Beli rumah... Dapat ijazah... Kahwin...
*urut-urut batang hidung...*

Ada yang dah anak 2 orang pun...

Tapi...

Cik Syafiqah still muda apa....

*gelak*

Tak habis belajar lagi...

Tak ada komitmen dengan sesiapa...

Happy...

Bahagia...

Suka...

Gembira...

*Kerut kening*

Apa-apa je laaa...

Orang tak boleh nak ukur kebahagiaan kita kalau setakat tengok fizikal je kan?

Ada je manusia yang kaya raya... Duit berkepuk dalam bank... Tapi... Masih... Masih hatinya tak tenang... Jiwanya kusut... Malah serabut...

*Orang kelantan cakap... serabut perut...*

Tapi... Alhamdulillah... Saya masih diberikan rasa kesyukuran... Rasa kehambaan... Juga rasa berkat...

Masih menghirup udara dan oksigen pemberian Maha Esa... Itu satu kebahagiaan...

Masih diberi teman... Tempat mengadu nasib dan menyandarkan kepala saat kesempitan... Itu satu kebahagiaan...

Masih diberi waktu untuk beribadah dan terus mengingati Yang Maha Kaya... Itu satu kebahagiaan...

Malah... Masih diberi ruang untuk menulis... menaip... merapu dan merepek di blog ini... Juga satu kebahagiaan...

Terima kasih, Ya Allah...

Diuji, ditekan dan dibebani oleh apa jua rintangan hidup... Tanda Kau Maha Pengasih dan Maha Penyayang...

Tanda Kau sayang dan prihatin pada hambaMu yang sangat kerdil ini, Ya Allah...

Terima Kasih atas limpahan rezeki dan umur yang telah Kau kurniakan sepanjang 24 tahun hambaMu ini hidup dan memijak bumi dan tanah Mu...

Sungguh... Aku hamba... Dan Kau Yang Maha Berkuasa... Pencipta seluruh alam dan umat manusia...

****

Terima kasih kepada Adik Madu dan Adik Merry2 sebab berjaga sampai pukul 3 pagi... Semata-mata nak sambut birthday saya...

Terima kasih atas 4 ketul muffin yang comel, 1 bekas besar popcorn dan sebuah handbag yang cantik itu...

Terima kasih sangat-sangat...

Bukan hadiah dan sambutan jadi ukuran... Tapi, keikhlasan dan kasih sayang yang dihulurkan jadi tali penyambung persahabatan kita...

Terima kasih sangat buat kalian berdua...

Untuk Dhamiri dan Am... Terima kasih sebab wish di handphone...

Untuk adikku syazanazurah... Terima kasih, dik...

Untuk mereka yang wish di 'mukabuku'... Terima kasih juga dihulurkan...

Saya bukan siapa-siapa... Diberi kesempatan untuk bernafas... Itu sudah mencukupi...

Khamis, Oktober 27, 2011

Baca dengan hati... Bukan dengan nafsu...

Susah bila manusia-manusia semakin bijak menggunakan kata-kata untuk merobek hati dan rasa seorang insan...

*sigh*

Susah... Bila manusia semakin gah menggunakan agama untuk kepentingan diri... Kononnya semata-mata untuk menegakkan agama... Tapi...

Tapi, sebenarnya... ia untuk kepentingan diri... untuk kepentingan akal... untuk kepentingan nafsu...

Malah... Semakin ramai menjadi manusia yang semakin malas membaca...

Sekadar membaca headline... dan suku cerita...

Kemudian... Terus membuat kesimpulan... Yang nyata... Lari terus dari erti sebenar apa yang dinukilkan oleh si penulis...

Kemudian... Membuat komentar... Konon menegur... Konon membetulkan... Konon mengelokkan...

Tanpa sedar... Kamu telah menyakiti hati si penulis...

*ketawa kecil*

Saya bercakap untuk saya... Maaf, komen panjang lebar kamu... Serasa tak mahu diutarakan ke layar blog saya ini...

Bukan takut... Bukan geram... Bukan marah...

Tapi, seolah-olah... Kamu sekadar membaca 1/3 sahaja dari cerita saya... terus melompat ke konklusi... Terus memberi komentar... yang nyata merobek hati...

Jelas... Ada stigma kurang senang dalam nada bicara kamu...

Jelas... Ada rasa kurang enak kamu di situ...

Maaf saya hulurkan...

Saya mungkin manusia jahil...

Tapi... Saya belum jahil lagi menilai manusia di sekeliling saya... Yang saya sayang... Yang saya kasihi... Dan saya hormati...

Maaf sekali lagi...

Kata-kata itu umpama jarum peniti...

Adakala mengelokkan...

Adakala menyakitkan...

Ada caranya untuk kamu menegur saya si jahil yang kurang serba serbi ini...

Tak perlu dengan kata-kata yang nampak lembut... Tapi tajam menghiris...

Maaf... Saya masih juga begini...

Entah kenapa... Hati seakan tak mahu lut juga dengan kata-kata kamu...

Cuma... Sakit itu ada... Sesekali menikam... Sesekali membisa....

Maaf... Saya bukan yang terbaik... Atas sebab kejahilan saya...

Maaf...

PeNoNtOn FiLeM...

Related Posts with Thumbnails

eN. bLoG pUnYa BiRtHdAy...

Daisypath Anniversary tickers